Pertanian Ku yang telah layu

Pertanian Ku yang telah layu 


Dunia pendidikan khususnya kampus dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami permasalahan kurangnya animo pendaftar untuk menjadi mahasiswa pertanian. Bahkan ada yang akan gulung tikar karena mahasiswanya hanya 5 orang setiap tahunnya. Yang masih banyak peminatnya hanya 2 perguruan tinggi saja yaitu IPB dan UGM.

Banyak yang mengangap kalau misalnya kuliah di pertanian karena identik dengan urusan lumpur sawah, cangkul dan bajak-membajak. Hal inilah yang menyebabkan para pelajar kurang menyukai kuliah di pertanian. Setahu saya pertanian di perguruan tinggi tidak mengajarkan bagaimana mencangkul tapi bagaimana mengolah tanah yang baik.

Kenapa tidak terpikirkan kalau jarang yang mengambil pertanian maka yang terjadi adalah tenaga ahli di bidang pertanian nantinya akan berkurang dan kalau nanti sampai berkurang maka ironisnya mau makan apa kita dan anak cucu kita. Selain itu juga habisnya tenaga ahli di bidang pertanian karena termakan oleh waktu (udzur).

Disisi lain saya juga mengharapkan adanya swa sembada pangan di indonesia namun, kebijakan pemerintah tentang pengembangan lahan industri yang saat ini diindonesia banyak mengunakan tempat-tempat yang masih dianggap subur untuk di olah. Selain itu juga banyaknya rumah-rumah yang di bangun di lokasi persawahan. Kalau seperti itu termasuk kampus kita berarti.

Mari perbaiki pertanian indonesia, Jayalah indonesia.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Pertanian Ku yang telah layu"

Post a Comment